PENENTUAN PRIORITAS KPI UNTUK PERFORMANCE MEASUREMENT PEMELIHARAAN PLTA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP)

Mufrida meri. z, Vera dila

Abstract


Abstract : Currently hydropower is a power plant that has a high potential to be developed in Indonesia because it has an adequate water source. Evaluation of plant maintenance performance becomes one important factor because it is one of the company's strategy to achieve its goals. For that we need a method to determine the priority of KPI where the company prioritized that can provide a balanced point of view of the overall system performance one of them is by implementing Analytical Hierarcy Process (AHP). Based on the AHP method of 16 KPIs consisting of 6 KPIs for Corporate Level, 6 KPIs for Strategic Level and 4 KPIs for Functional Level. From the results of the assessment of respondents involved KPI is the most prioritized PLTA LubukGadang Power Plant, South Solok Regency is known that the most priority factor companies at corporate level that is the number of kWh produced with a weight of 0.420. For strategic level that is capacity factor with weight 0,478 while for functional level that is rework maintenance with weight equal to 0,540.

KeyWord :Decision Support System, KPI, AHP,CompanyStrategy, Weighting

Abstrak :Saat ini PLTA merupakan pembangkit listrik yang memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki sumber air yang memadai.Evaluasi kinerja pemeliharaan pembangkit menjadi salah satu faktor yang penting karena merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mencapai tujuannya.Untuk itu diperlukan suatu metode untuk menentukan prioritas KPI mana yang diprioritaskan perusahaan yang dapat memberikan sudut pandang yang seimbang terhadap keseluruhan system kinerja salah satu diantaranya adalah dengan mengimplementasikan Analytical  Hierarcy Process (AHP). Berdasarkan metode AHP dari 16 KPI yang terdiri dari 6 KPI untuk Corporate Level, 6 KPI untuk Strategic Level dan 4 KPI untuk Functional Level. Dari hasil penilaian responden yang terlibat didapatkan KPI  yang paling diprioritaskan PLTA Unit Pembangkit Listrik Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan  diketahui bahwa faktor yang paling diprioritaskan perusahaan pada corporate level yaitu banyaknya kWh yang diproduksi dengan bobot 0,420. Untuk strategic level yaitu capacity factor dengan bobot 0,478 sedangkan untuk functional level yaitu maintenance rework dengan bobot sebesar 0,540.

KeyWord :Sistem Pengambilan Keputusan, KPI, AHP, strategi perusahaan, pembobotan


Full Text:

PDF

References


Mubarok, Ahmad Arie. 2012. “ Pengukuran Tingkat Kinerja Supplier Bahan Baku Pupuk Organik Dengan Metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Laporan Penelitian. Jawa Timur : FT UPN “VETERAN”.

Nugroho, Wayan Adhitya. 2013. “Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Konsep Balanced Scorecard”. Laporan Penelitian. Jakarta : FEB UIN Syarif Hidayatullah.

Prawirosentono, Suyadidan Dewi Primasari. 2014. Manajemen Strategik dan Pengambilan Keputusan Korporasi. Jakarta : PT. BumiAksara.

Kosasih, Wilson dkk. 2011. “ Perancangan Maintenance Scorecard Sebagai Sistem Pengukuran Kinerja Pada Sektor Jasa Dan Pembobotan KPI Dengan Metode ANP”. Jurnal Teknik Industri Vol.X.No (21).




DOI: https://doi.org/10.33330/jurteksi.v5i1.39

Article Metrics

Abstract view : 32 times
PDF - 23 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK ROYAL 

Copyright © LPPM STMIK ROYAL

 

Indexed by: