Edukasi Perawatan Kaki Dan Skrining Kaki Pada Peserta Prolanis Sebagai Upaya Pencegahan Ulkus Diabetik
Abstract
Abstract : Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin production and/or function. The prevalence of DM in Indonesia continues to rise, posing a significant public health concern, particularly due to its complications such as peripheral neuropathy, which may lead to diabetic foot ulcers. This community service activity aimed to improve patients’ knowledge and preventive practices through an educational and participatory approach focusing on diabetic foot care and screening. A total of 21 participants enrolled in the Prolanis program at St. Carolus Paseban Primary Clinic were involved in this activity. Data analysis showed that most participants were male (52.4%), aged 65–74 years (57.1%), and had a duration of DM of less than 4 years (57.1%). The majority had no history of foot ulcers (81%) and did not perform regular physical exercise (57.1%). The results of diabetic foot screening indicated that most participants were categorized as very low risk (57.1%). Based on these findings, recommendations and follow-up actions were provided according to the screening protocol. It is expected that participants will be able to regularly monitor their blood glucose levels and implement appropriate foot care practices to prevent the occurrence of diabetic foot ulcers
Keywords: Diabetes Mellitus; health education; foot screening
Abstrak : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini semakin meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama karena dapat menimbulkan salah satu komplikasi serius yaitu neuropati perifer yang menyebabkan timbulnya ulkus diabetes pada kaki. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan pasien DM dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Adapun tindakan yang dilakukan adalah pemberian edukasi kesehatan terkait perawatan kaki dan pemeriksaan atau skrining kaki DM. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien yang tergabung dalam Prolanis di Klinik Pratama St. Carolus Paseban sejumlah 21 peserta. Hasil analisis data pada kegiatan tersebut adalah mayoritas peserta laki laki (52,4 %), berusia 65 s.d 74 thn (57,1)dengan lama sakit DM adalah kurang dari 4 tahun (57,1 %). Selain itu mayoritas peserta tidak memiliki riwayat luka pada kaki (81%) dan tidak melakukan olahraga (57,1 %). Dari hasil skrining kaki DM yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki risiko sangat rendah yaitu sejumlah 57,1 %. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman peserta Prolanis yang meningkat tentang cara perawatan kaki dan pencegahan ulkus kaki diabetic. Selain itu juga terjadinya perubahan perilaku peserta Prolanis untuk melakukan pemantauan gula darah dan skrining ulang ke klinik pratama sebagai upaya pemeliharaan kesehatan.
Kata Kunci: diabetes Mellitus; edukasi kesehatan; skrining kaki
References
Blanchette, V., Kuhnke, J. L., Botros, M., & Rosenthal, S. (2023). Inlow’s 60-second Diabetic Foot Screen: Update 2022. Limb Preserv J,, 4(1), 22–28.
International Diabetes Federation, I. (2025). IDF Diabetes Atlas. In IDF Diabetes Atlas. In International Diabetes Federation: Vol. 11th edito. https://www.idf.org/aboutdiabetes/type-2-diabetes.html
Khan, U. (2025). “ Early Detection of High- Risk Diabetic Foot : Utility of Inlow ’ s 60-Second Screening in Type 2 Diabetes ” Ulma Khan. 7(4), 307–318. https://doi.org/10.35629/6018-0704307318
Milita, F., Handayani, S., & Setiaji, B. (2018). Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II pada Lanjut Usia di Indonesia ( Analisis Riskesdas 2018 ).
Prabawati, Dewi., Sari, Pustpita., Neonbeni, Y. (2021). Pendidikan Kesehatan tentang Perawatan dan Senam Kaki pada Pasien Diabetes. Selaparang Jurnal Pengabdian Masysarakat Berkemajuan, 4(3).
RI, Kemenkes. (2023). Survey Kesehatan Indonesia (SKI) dalam angka : Data Akurat Kebijakan Tepat.
Schaper NC, van Netten JJ, Apelqvist J, Bus SA, Fitridge R, Game F, Monteiro-Soares M, S. E. I. E. B. (2024). Practical guidelines on the prevention and management of diabetes-related foot disease (IWGDF 2023 update). Diabetes Metab Res, 40(3). https://doi.org/10.1002/dmrr.3657. Epub 2023 May 27.
Srinivas-Shankar U, Kimyaghalam A, B. R. (2025). Diabetic Foot Ulceration and Complications. Treasure Island (FL). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499887/
Susanti, N., Raniah, S., Sari, N. C., & Agustin, A. M. (2024). Kejadian Penyakit Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Stabat. 8, 6355–6361.
Tini., Setiady, R., Norma, N. (2019). Mengurangi Resiko Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Citra Keperawatan, 7(1).
Udrayana, O., Kadek, N., Purnamayanti, D., Satya, M., Gautama, N., Dea, L., Wirawan, A. (2025). Hubungan Ankle Brachial Index dan Inlow ’ s Foot Screening pada Pasien Diabetes di Kawasan Wisata Buleleng Correlation Ankle Brachial Index and Inlow ’ s Foot Screening Among. 9(1), 192–199.
Yuliandri, Dian & Lisum, K. (2025). Case Study : Effectiveness of Diabetes Foot Exercises on Reducing Blood Sugar Levels and Blood Pressure in Diabetes Mellitus Patients. Journal Healthcare Education, 3(2).










