Pelatihan Teknik Sprites Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kemampuan Membaca Warga Belajar di PKBM Gempita

  • Hasmi Novianti STKIP Ahlussunnah
  • Witri Annisa STKIP Ahlussunnah
  • Alexander Syam STKIP Ahlussunnah
  • Silvia Sismona STKIP Ahlussunnah
Keywords: literacy, PKBM gempita, reading skills, sprites technique

Abstract

Abstract: Reading habits in Indonesia remain low, including among learners at PKBM Gempita. Although PKBM Gempita has a Community Reading Park (TBM), reading has not yet become a routine literacy activity, resulting in limited reading proficiency among learners. This Community Service Program (PKM) aimed to improve learners’ reading ability through meaningful reading training using the Sprites Technique. The program was implemented through preparation, training, technology application, mentoring, and evaluation stages. The Sprites Technique consists of five steps: enhancing interest and motivation, improving peripheral vision, increasing eye movement speed, surveying discourse, and strengthening concentration. The results showed a significant improvement in reading ability based on pre-test and post-test scores. After the training, 19% of participants achieved a very good level, 54% a good level, and 27% a moderate level. The findings indicate that intensive and consistent practice is required to achieve optimal reading improvement. 

Keywords: literacy; PKBM gempita; reading skills; sprites technique

 

Abstrak: Minat baca masyarakat yang rendah karena tingkat kebiasaan membaca membaca juga rendah, termasuk di PKBM Gempita. PKBM Gempita sudah memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Namun, membaca belum menjadi kegiatan rutin literasi di PKBM ini sehingga kemampuan membaca warga belajar belum baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan pelaksanaan PKM ini adalah melakukan pelatihan kegiatan membaca yang bermakna dengan menerapkan Teknik Sprites untuk meningkatkan kemampuan membaca warga belajar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tahap persiapan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Teknik Sprites terdiri atas lima langkah, yaitu meningkatkan minat dan motivasi, meningkatkan periferal, meningkatkan kecepatan gerakan mata, melakukan survei wacana, dan meningkatkan konsentrasi. Penerapan teknik tersebut telah dilakukan dalam pelatihan dengan hasil yang cukup baik, yaitu terjadi peningkatan kemampuan membaca peserta pelatihan berdasarkan hasil pretes dan postes. Kemampuan membaca peserta pascapelatihan adalah 19% pada kategori baik sekali, 54% pada kategori baik, dan 27% pada kategori sedang. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, satu di antaranya adalah kesadaran dalam latihan mandiri peserta di rumah belum maksimal. Proses latihan harus dilakukan intensif agar memperoleh hasil maksimal.

Kata kunci: kemampuan membaca; literasi; PKBM gempita; teknik sprites

References

Amelia, D., Qathrunnada, N., Arafah, B., & Pendidikan, J. (2024). Variabel yang Memengaruhi Kemampuan Literasi Membaca Siswa Indonesia : Analisis Berdasarkan Pendekatan MARS Variables Affecting Reading Literacy Ability of Indonesian Students : An Analysis Using the MARS Approach. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(2), 9–12. https://doi.org/10.24832/jpnk.v9i2.4966

Annisa, W. (2023). Speed Reading Techniques (Sprites) Dengan Media Komputer Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Membaca Cepat. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(1), 43–53. https://doi.org/10.33603/gar24796

Baiq Hikmatul Maula Khalisa, Saputra, H. H., Hakim, M., & Affandi, L. H. (2025). IDENTIFIKASI LEVEL KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS TINGGI DI SDN 5 MONTONG BETOK KECAMATAN MONTONG GADING KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN AJARAN 2024/2025. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 112–118.

De Porter, B dan Hemacki, M. (2022). Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa.

Fadhilah, H., Ratyasha, S., Donda, T., & Giwangsa, S. F. (2024). Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa dengan Menggunakan Soal HOTS di Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(4), 868–876. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i4.915

Justino, J., & Kolinsky, R. (2023). Eye movements during reading in beginning and skilled readers: Impact of reading level or physiological maturation? Acta Psychologica, 236(February 2022). https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2023.103927

Kemendikbudristek. (2023). Literasi Membaca, Peringkat Indonesia di PISA 2022. Laporan Pisa Kemendikbudristek, 1–25.

Khair, M., & Nurjannah. (2021). Masyarakat Lebih Suka Nonton daripada Baca Buku, Apa Sebabnya ? Jurnal Kampus ULM. https://jurnalkampus.ulm.ac.id/2021/11/01/masyarakat-lebih-suka-nonton-daripada-baca-buku-apa-sebabnya/

Nasution, A. K. (2024). TGM dan IPLM Menjadi Indikator Kunci Pemerintah di Bidang Perpustakaan. In perpusnas.go.id. https://www.perpusnas.go.id/berita/tgm-dan-iplm-menjadi-indikator-kunci-pemerintah-di-bidang-perpustakaan

Rahma, R., Nurhadi, J., & Aswan, A. (2021). Korelasi pola gerakan mata dengan kemampuan membaca pemahaman. Bahasa Dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Pengajarannya, 49(1), 80–94. https://doi.org/10.17977/um015v49i12021p80

Rosalina Puspasari Dewi, Ruky Ramadhani, Reska Amzi Rahayu, Afriza Media, & Ari Suriani. (2025). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Baca Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 2(2), 304–319. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1708

Published
2026-01-14