Pelatihan Pengolahan Bakso Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan Konsumsi Protein Hewani di Lampung Selatan
Abstract
Abstract: The fisheries and livestock sectors in South Lampung Regency are among the main contributors to the local economy. However, this abundance of resources does not ensure adequate animal protein intake for the local community. Low public awareness of animal protein consumption, limited knowledge of processing and value, and suboptimal utilization of local food resources in South Lampung mean that most fisheries and livestock products are still sold fresh. Lecturers in the Agricultural Technology Department, Politeknik Negeri Lampung, conducted outreach and training on the handling and processing of fisheries and livestock products to broaden the horizons of agricultural representatives in South Lampung Regency. The program included outreach and training on the importance of animal protein, selecting high-quality, fresh ingredients, and implementing hygiene principles in the production process. Participants also learned skills in meatball making, packaging, and proper storage. This program is expected to enhance the community's thinking skills, creativity, and skills, increase animal protein consumption, and boost community income by processing local food sources into superior products that are characteristic of South Lampung Regency.
Keywords: meatball; food diversification; added value; community service; animal protein
Abstrak: Sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kontributor utama bagi ekonomi lokal. Namun faktanya, melimpahnya sumber daya tersebut tidak menjadikan asupan protein hewani masyarakat sekitarnya tercukupi dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani, terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan nilai tambah, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal di Lampung Selatan menyebabkan sampai saat ini kebanyakan hasil perikanan dan peternakan masih dijual dalam bentuk segar. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan hingga pengolahan hasil perikanan dan peternakan dilakukan oleh Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung, untuk membuka wawasan bagi perwakilan usaha tani di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya protein hewani, pemilihan bahan baku yang baik dan segar, serta proses produksi yang menerapkan prinsip higienitas. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat bakso, proses pengemasan, dan penyimpanan yang baik. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan keterampilan masyarakat, meningkatkan angka konsumsi protein hewani, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber pangan lokal menjadi produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Lampung Selatan.
Kata kunci: bakso; diversifikasi olahan; nilai tambah; pengabdian; protein hewani
References
Astawan, M., Damayanti, A. F., Wresdiyati, T., Afifah, D. N., & Rahmawati, I. S. (2024). Potential of soybean-velvet bean combination tempe in improving cognitive function. Narra J, 4(3), e1365. http://doi.org/10.52225/narra.v4i3.1365
BPS. (2021). Populasi Ternak Sapi di Kabupaten Lampung Selatan.
BPS. (2023a). Total Produksi Hasil Budidaya Perikanan di Kabupaten Lampung Selatan.
BPS. (2023b). Total Produksi Perikanan Tangkap Lampung Selatan.
Damayanti, A. F., Astawan, M., Wresdiyati, T., & Sardjono, R. E. (2024). The potential of velvet bean tempe to improve hematology and serum biochemical profiles in experimental rats. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1359(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1359/1/012007
Hadrup, N., Frederiksen, M., & Sharma, A. K. (2021). Toxicity of boric acid, borax and other boron containing compounds: A review. Regulatory Toxicology and Pharmacology, 121(June 2020), 104873. https://doi.org/10.1016/j.yrtph.2021.104873
Horita, C. N., Baptista, R. C., Caturla, M. Y. R., Lorenzo, J. M., Barba, F. J., & Sant’Ana, A. S. (2018). Combining reformulation, active packaging and non-thermal post-packaging decontamination technologies to increase the microbiological quality and safety of cooked ready-to-eat meat products. Trends in Food Science and Technology, 72(September 2017), 45–61. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2017.12.003
Maros, R. K. (2023). Pendampingan kelompok peternak lebah trigona: pengayaan pakan dengan pola agroforestri di desa rompegading kabupaten maros. 6(2), 227–233.
Rahmanto, F., Purnomo, E. P., & Kasiwi, A. N. (2021). Food Diversification: Strengthening Strategic Efforts to Reduce Social Inequality through Sustainable Food Security Development in Indonesia. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 36(1), 33–44. https://doi.org/10.20961/carakatani.v36i1.41202
Rodriguez-caturla, M. Y., Garre, A., Josefina, C., Castillo, C., Zwietering, M. H., Besten, H. M. W. Den, & Sant, A. S. (2023). Shelf life estimation of refrigerated vacuum packed beef accounting for uncertainty. International Journal of Food Microbiology, 405(April 2022), 1–13. https://doi.org/10.1016/j.ijfoodmicro.2023.110345
Sheffield, S., Fiorotto, M. L., & Davis, T. A. (2024). Nutritional importance of animal-sourced foods in a healthy diet. Frontiers in Nutrition, July, 1–6. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1424912
Sumarsono, A., Wayangkau, I. H., & Wati, I. D. P. (2022). Optimizing nutrition knowledge improvement at the RI/PNG borders through local food diversification program. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1107(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1107/1/012098
Utami, N., & Andriani, D. (2021). Analisis Kualitatif Boraks pada Bakso dengan Menggunakan Ekstrak Kunyit. J. Pengabdian Masyarakat MIPA Dan Pendidikan MIPA, 5(2), 90–95.










