Strategi Budidaya Tanaman Pangan di Wilayah Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Soedirman
Abstract
Abstract: Forests serve as vital supports ecosystems and hold significant economic value. Complete reliance on forests as livelihoods threatens their ecological functions. Karang Jengkol Village hosts the Special Purpose Forest Area (KHDTK) managed by Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Field observations revealed several challenges faced by farmer groups living around the forest. A key issue is limited knowledge of food crop cultivation, causing ongoing forest land conversion. To address this problem, the transfer of knowledge regarding cultivation practices of food crops in forest areas is required, particularly through regulatory outreach activities. Activities used extension, active learning, and mentoring, targeting PKK members and KTH Cemara Soedirman farmers. Following the outreach activities, the community demonstrated improved understanding of the three–four strata planting system. Based on evaluation results, prior to the program most respondents (88.24% or 15 individuals) exhibited low levels of knowledge, while 11.27% (2 individuals) had moderate understanding. After the program, the number of respondents with moderate understanding increased to 5 individuals (29.41%), and those with high levels of understanding rose significantly from 0% to 12 individuals (70.59%).
Keywords: forest farmers group; KHDTK Unsoed; planting pattern; special purpose forest area
Abstrak: Hutan tidak hanya berperan sebagai penopang ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting. Jika masyarakat sepenuhnya bergantung pada hutan sebagai sumber mata pencaharian utama, fungsi hutan sebangai penyangga ekosistem dapat terancam. Desa Karang Jengkol merupakan lokasi di mana Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unsoed berada. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani di sekitar hutan. Salah satu di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman pangan di kawasan hutan, yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan hutan secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan transfer pengetahuan tentang pola budidaya tanaman pangan di area hutan melalui kegiatan transfer pengetahuan pola tanam tiga atau empat strata. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pembelajaran aktif dan pendampingan dengan Masyarakat sasaran yaitu ibu-ibu PKK dan petani KTH Cemara Soedirman. Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pola tanam 3–4 strata. Berdasarkan hasil evaluasi, sebelum kegiatan mayoritas responden (88,24% atau 15 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sementara 11,27% (2 orang) berada pada tingkat pemahaman sedang. Setelah kegiatan berlangsung, jumlah responden dengan pemahaman sedang meningkat menjadi 5 orang (29,41%), dan yang memiliki pemahaman tinggi bertambah signifikan dari 0% menjadi 12 orang (70,59%).
Kata kunci: bukit soedirman; kelompok tani hutan; KHDTK; pola tanam
References
Akhbar, R. K., & Baharuddin, R. F. (2024). Tingkat Kerawanan Kebakaran di Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Kinovaro KPH Kulawi. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, 31(3), 227–237. https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v31i3.2353
Azhar, A. L., Suliyanto, S., Chamidah, N., Ana, E., & Amelia, D. (2023). Pemodelan Indeks Ketahanan Pangan di Indonesia Berdasarkan Pendekatan Regresi Logistik Ordinal Data Panel Efek Acak. Jurnal Ketahanan Nasional, 29(2), 166. https://doi.org/10.22146/jkn.86511
Lulfaizahni, N. M. (2024). PENGARUH WAKTU PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) VARIETAS N 37. Scientica Education Journal, 1(1). https://doi.org/10.62872/12ptnv88
Muaidin. (2024). Kajian Peran Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi Daerah. Strategi Pengem-bangan Literasi Digital Pada Pen-didikan Modern, 3, 48–50.
Noviani Sarah Agusthina Duka, Maria Bano, Fadlan Pramatana, & Maria M.E. Purnama. (2023). Analisis Kelayakan dan Strategi Pengembangan Potensi Ekowisata Hutan Wisata Nostalgia di Buiko, Nusa Tenggara Timur. JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA, 9(1), 130–140. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.447
Pithaloka, S. A., Sunyoto, S., Kamal, M., & Hidayat, K. F. (2015). PENGARUH KERAPATAN TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench). Jurnal Agrotek Tropika, 3(1). https://doi.org/10.23960/jat.v3i1.1948
Saputra, D., Siswahyono, & Suhartoyo, H. (2021). PEMANFAATAN LA-HAN OLEH MASYARAKAT DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS AIR BENGKENANG KECAMATAN AIR NIPIS KABU-PATEN BENGKULU SELATAN PROVINSI BENGKULU. Journal of Global Forest and Environmental Science, 1(1), 10–18.
Wahyudi, I., Sinaga, D. K. D., & Jasni, L. B. (t.t.). Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Pohon dan Beberapa Sifat Fisis-Mekanis Kayu Jati Cepat Tumbuh.
Witno, W., Maria, M., & Cimbrins, F. (2022). Pola Sebaran Rotan (Calamus spp.) di Hutan Lindung Desa Sassa Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Ilmu Kehutanan, 16(1), 74–83. https://doi.org/10.22146/jik.v16i1.3440
Wulandari, S. E., & Suprapti, I. (2023). POTENSI DAN PENGEMBANGAN USAHA TANI JAGUNG LOKAL (ZEA MAYS L.) PETANI DESA ELLAK LAOK KECAMATAN LENTENG KABUPATEN SUMENEP. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA).










