Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan SDGS Pendidikan Desa Berkualitas Melalui Smart Desa Literasi Air Genting

  • Anil Hakim Syofra Universitas Asahan
  • Naimah Ahmad
  • Tri Oktari
  • Nadila Azhari

Abstract

This village is famous as Kampung Pancasila Village. However, the problem in this village is the low level of awareness about how important education is in the future. This is because parents have busy activities all day long and when they get home they are tired, causing them to pay less attention to their children, so they sometimes ask their children to work together to earn additional income for the family. So to solve this problem, the PPK ORMAWA UNA service team provides knowledge and information services on non-formal learning based on community needs in the form of books and non-books in literacy corners, equipped with information technology devices, providing information services from sources. access to information to the public related to 6 basic literacies. The methods used in community service activities are conducting initial surveys, identifying regional potential and problems, analyzing community needs, forming programs with the community, determining target audiences, formulating indicators of program success, implementing programs, socializing and publishing them to the community, providing library materials and corners. literacy and providing non-formal education service facilities. The results of this activity resulted in 9 literacy corners in Air Genting Village which developed non-formal learning based on community needs and the operation of literacy corners with different programs and management.

Keywords: reading corner, literacy, Air Genting

 

Abstrak: Desa ini terkenal dengan Desa Kampung Pancasila. Namun yang menjadi permasalahan di Desa ini adalah rendahnya tingkat kesadaran tentang betapa pentingnya pendidikan di masa depan. Hal ini disebabkan karena padatnya aktivitas orang tua sehari penuh dan setiba di rumah sudah kelelahan membuat kurangnya perhatian terhadap anaknya sehingga terkadang meminta anaknya untuk bekerja bersama mencari penghasilan tambahan keluarga. Maka untuk  menyelesaikan permasalahan tersebut, Tim pengabdi PPK Ormawa UNA menyediakan layanan pengetahuan serta informasi pada pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat berbentuk buku ataupun non- buku yang ada di pojok- pojok literasi, yang dilengkapi dengan perangkat  teknologi informasi, menyediakan layanan informasi dari sumber akses informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan 6 literasi dasar. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan survei awal, mengidentifikasi potensi daerah dan masalah, menganalisis kebutuhan masyarakat, pembentukan program bersama masyarakat, menetapkan khalayak sasaran, merumuskan indikator keberhasilan program, melaksanakan program, mensosialisasikan dan mempublikasi kepada masyarakat, menyediakan bahan pustaka dan pojok literasi dan mengadakan perlengkapan fasilitas layanan pendidikan non-formal. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan 9 pojok literasi di Desa Air Genting yang mengembangkan pembelajaran non-formal berbasis kebutuhan masyarakat serta beroperasinya pojok-pojok literasi dengan program dan kepengurusan yang berbeda-beda.

Kata Kunci: Pojok Baca, Literasi, Air Genting

References

Afriani, Lusmeilia, and Amril Maruf Siregar. 2022. “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Bina Remaja Desa Kunjir Terhadap Literasi Ekonomi Digital.†Sumbangsih 3(2):119–29.

Ardiyana, Rachma Dwi, Zarina Akbar, and Karnadi Karnadi. 2019. “Pengaruh Keterlibatan Orang Tua Dan Motivasi Intrinsik Dengan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini.†Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 3(2):494. doi: 10.31004/obsesi.v3i2.253.

Bili, Fransiskus Ghunu, and Sugito Sugito. 2020. “Perspektif Orang Tua Tentang Perilaku Bullying Anak TK: Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan.†Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 5(2):1644–54. doi: 10.31004/obsesi.v5i2.939.

Firmansyah, Deri, and Dede. 2022. “Kinerja Kewirausahaan: Literasi Ekonomi, Literasi Digital Dan Peran Mediasi Inovasi.†Formosa Journal of Applied Sciences 1(5):745–62. doi: 10.55927/fjas.v1i5.1288.

Jannah, Bambang Perastyo dan Lina miftahul. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Vol. 3.

Labudasari, Erna, and Eliya Rochmah. 2019. “Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Karakter Mandiri Siswa Di SDN Kanggraksan Cirebon.†Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran 9(1):57. doi: 10.25273/pe.v9i1.4254.

Manurung, Lengsi, Sigit Widiyarto, Nana Suyana, and Iramdan. 2020. “Peran Orang Tua Untuk Mengurangi Dampak Gawai Pada Siswa Sekolah Dasar.†Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 6(1):203–7. doi: 10.5281/zenodo.5734192.

Sisbintari, Kartika Dewi, and Farida Agus Setiawati. 2021. “Digital Parenting Sebagai Upaya Mencegah Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Dini Saat Pandemi Covid-19.†Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6(3):1562–75. doi: 10.31004/obsesi.v6i3.1781.

Suriani, Ade Irma. 2022. “Kebijakan Literasi Digital Bagi Pengembangan Karakter Peserta Didik.†JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) 7(1):54–64. doi: 10.26618/jkpd.v7i1.7030.

Waharini, Faqiatul Mariya, Arifah Afiyani, Fina Raudlotun Nafisah, Priyo Rahmanto, Rosa Safitri, and Hesa Amelia Pratiwi. 2022. “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi Keuangan Dan Penerapan Teknologi Di Kampung Trunan, Kota Magelang.†Jurnal Pengabdian Masyarakat 6(2):127–34.

Published
2023-10-30